Menteri Sosial Idrus Marham menyampaikan rasa duka dan simpati kepada keluarga korban longsor yang terjadi di Kecamatan Cijeruk. 
 
Mensos juga memastikan korban selamat akan mendapatkan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sosial Beras Sejahtera (Rastra). 
 
"Longsor telah menyapu rumah warga dan menimbun semua isinya. Kini mereka tidak punya apa-apa. Untuk itu harus dipastikan mereka mendapat bantuan dari pemerintah untuk bekal melanjutkan hidupnya," terang Mensos di Stasiun Maseng, Bogor, Sabtu (10/2).
 
Untuk itu, ia telah meminta Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat agar memastikan korban bencana masuk dalam daftar penerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH). Sedangkan kepada Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin (PFM) Andi ZA Dulung, Mensos minta agar korban bencana mendapat bantuan sosial Beras Sejahtera (Rastra). 
 
Sementara itu saat bertemu dan bersapa dengan korban selamat,  Mensos juga membangkitkan semangat hidup mereka serta memberikan bantuan dan santunan.
 
"Bencana ini semuanya kehendak Allah SWT. Kepada Bapak Asep dan korban bencana lain, kami atas nama pemerintah mengucapkan simpati dan duka mendalam," kata Mensos.
 
Asep Tajudin adalah korban longsor yang selamat. Dalam insiden ini sebanyak 5 orang tewas. Masing-masing adalah istri Asep, Nani Nurhayati (34) dan empat anak mereka yakni Alan Maulana Yusuf (17), Aldi Muhammad Rizqi (8), Aurel (1,5) dan Adit Pratama (10).
 
Mengutip keterangan Camat Cijeruk Hidayat Saputradinata, longsor terjadi dua kali, yakni pada Senin (05/2) sekira pukul 12.30 dan 14.00 WIB. 
 
Setelah berdialog dengan keluarga korban, Mensos menyampaikan santunan kepada ahli waris lima korban meninggal masing-masing Rp15.000.000 sehingga total Rp75.000.000. Sementara santunan untuk lima korban luka masing-masing Rp2.000.000 sehingga total santunan korban luka sebesar 10.000.0000.
 
Mensos menyatakan, Presiden memerintahkan untuk mengecek kebutuhan dasar korban longsor misalnya agar jangan ada yang tidak makan. 
 
"Sudah saya cek, dan bantuan makan sudah terpenuhi. Dan juga yang kehilangan rumah jangan sampai terabaikan. Setelah saya cek, ternyata juga sudah diberikan rumah kontrakan," katanya.
 
Mensos menilai, dalam periode darurat ini bencana longsor sudah tertangani dengan baik. 
 
"Ini tidak lepas dari bantuan dan kerja sama yang baik semua pihak, baik unsur pemerintah pusat, daerah, dan TNI-Polri. Aparat terkait sudah melakukan respon cepat. Termasuk evakuasi korban," katanya. 
 
Dalam kesempatan itu, Mensos juga menyambut baik perhatian dan bantuan Pangdam III/Siliwangi Mayjen Doni Munardo. Mensos juga mengapresiasi masukan Pangdam mengenai pentingnya gerakan penghijauan di sepanjang rel yang rawan longsor. Karenanya, Pangdam juga memberi bantuan 150.000 bibit tanaman.
 
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, bencana longsor mengakibatkan tiga rumah di RT 02/RW 08 di Kampung Maseng, Desa Warung Menteng, Kecamatan Cijeruk, rata dengan tanah. 
 
Lokasi bencana berada di bawah jalur rel kereta api Bogor-Sukabumi, km 13.800. Saat bencana terjadi, tanggul rel sepanjang sekitar 50 meter ikut ambrol dan menimpa tiga rumah di bawahnya.
 
Tambah Kampung Siaga Bencana
Setelah masa tanggap darurat selesai di Cijeruk, Mensos menekankan pentingnya menambah pendirian Kampung Siaga Bencana (KSB).  Dalam catatan Kemensos,  ada 23 kawasan rawan bencana di Bogor.
 
"Namun baru ada tiga lokasi di Bogor. Sangat kurang. Jadi kita perlu untuk memperbanyak KSB agar masyarakat lebih siap menghadapi bencana," kata Mensos. 
 
KSB merupakan wujud pendekatan terhadap masalah sosial yang berkesinambungan. Dengan KSB, masyarakat dilatih untuk memiliki kemandirian menghadapi bencana di mana mereka berdomisili. 
 
"Tagana bisa membantu bagaimana masyarakat mampu memiliki kemampuan memitigasi bencana. Untuk setiap,  kampung sebanyak bisa diturunkan sebanyak 250 personel Tagana yang akan mengdukasi pembentukan Tagana," kata Mensos.
 
Pembentukan KSB juga cerminan adanya kerjasama antara sektor, termasuk antara pemerintah pusat dan daerah. 
Kategori: 
Penulis Berita: 
Koesworo Setiawan
Fotografer: 
Dasep